Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

ada-ada saja

    Teruntuk tulisan ini, aku benar-benar terketuk untuk mengutarakan apa-apa agar segera pulih. Aku tidak yakin semua, tapi semoga mewakilkan. Sedikit mengutip,  "aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah berhenti mendo'akan keselamatanmu" .   -Sapardi Djoko Damono.      Aku tau tulisan ini tidak bagus, tapi aku cukup puas bergelut dengan coretan. Setiap-setiap yang diutarakan, tak ada satupun kata pengkhianatan. Tidak apa-apa tidak ada jawaban, cukup aku saja yang menyuarakan.  Ada yang bersikeras tinggal di paru-paruku Hahaha, padahal aku saja yang tidak menyegerakan melepas Menghujam respirasi, sesak      Pamit paling pahit, cuma pamit untuk tidak menetap lagi. Tidak akan kembali adalah jawabannya.  Dimana aku bisa memesan lupa? Aku tidak bisa tidak ingat, sebab kau menawan serupa bunga dan sama kuatnya dengan serigala.       Ramadhan terakhir memang peraduan antara perasaan sedih dan senang. ...

maret kedua

[arsip 28 mar 19]      Hari ini adalah hari dimana kini semua menjadi mengerikan, rusuh, dan berantakan. Saat-saat inilah kamu, aku, dan yang lainnya dituntut tumbuh untuk mendewasa. Biarlah semesta acuh akan kenegatifan yang meraja, tapi kamu jangan sampai melupa tentang kemuliaan diri dan memberi penghargaan kepada sesama. Teruslah menebar energi-energi positif dan berani untuk berproses; melebarkan sayap mimpi.      Dariku, yang enggan melihatmu susah jika tetap meragu; cintaNya lebih nyata ketimbang perkiraan manusia yang hanya sampai di logika. Dan kini siapkan kaki, pundak, mata, dan hatimu untuk menyambut hari yang katanya bahagia. Tapi semoga, selanjutnya kamulah yang selalu bahagia dan membahagiakan.      Selamat bertambah usia, semoga pertambahan waktumu seiring dengan bertambahnya kebaikan-kebaikan; untukmu dan darimu untuk sesama. Semoga menjadi pribadi yang selalu menjadi contoh positif bagi insan lain. Keluh kesahmu d...

lekas pulih perasaan, segera

sedekat apapun manusia sedikit luka, jauh menjadi-jadi seketika lagi, dewasa masih jadi pelajaran ya, kudunya bisa tata hatinya. marah bukan jadi pilihan terakhir coba. bukan pilihan terakhir. pilihan tepat tetap sabar kali, keberapa kali aku sudah kena kalah saja, sebagai aku sebenarnya aku jatuh di hati apa jatuh pada nafsu semata ? aku belum mencintaiku . begitu ternyata bukan pengisi, bukan penutup apalagi ada peluang, ada celah yang harus diperbaiki begini dulu-dulu, pamit itu perlu sebab menunggu bukan keinginan karena setiap-setiap yang dilakukan berbarengan hingga akhrinya, maaf menjadi sebuah pilihan kata bung, adalah sejarah yang membuat masa depan belajar menghargai adalah luka yang membuat sehat belajar bersyukur adalah patah hati yang membuat jatuh hati belajar mendarat adalah kau yang membuat belajar menjadi 'aku' - - - banyak yang tak ridho, Allah pun tidak memendam. dendam, menjadi benci ada yang kosong berubah pendengki sepert...