Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017
    Nyatanya, k ebersamaan pun sukar bersatu. Seribu hari saribu tahun akan sukar. Bagaimana, keseharian tak pernah di bubuhi rasa peduli.  Ini jaman sekarang. Apa-apa individu, kelompok-kelompok geng. Sudah jarang terprogram setia. Diselang waktu hanya bertatap, nyata dan maya tak sejalan. Terikat persaudaraan, bukan. Tepatnya keterpaksaan.      Terkekang. Mulut di belakang boleh jadi sebuah alat penguat. Terinjak celotehan. Kami tidak terima, tentu. Ketika ada berbilang, “Jangan bersedih, ketika mereka tertawakan kamu sekalian berbeda, tertawakan kembali mereka kenapa sama pula”. Senioritas boleh jadi diunggulkan. Terpaut keegoisan. Tetap saja, terbilang bersatu bergaris bawah sulit.      Ada yang ucap, itu proses. Sebut percuma jika tak diiringi usaha dan do’a. Semoga senantiasa mendapat bimbing, pertolongan, dan ridho-Nya.
Bukan sebuah ambisi atau obsesi. ditengah terpuruknya hati, memang ada kejanggalan. Sejatinya, itulah yang membingungkan.   Bukan juga apa-apa yang berasal dari sesal. harap emang tak selalu terkabul.  Kadang, usaha memang masih kurang. Sudahlah. ego tinggi bisa jadi penghalang maju.  Hanya berserah pada-Nya. meminta yang terbaik.  Mulai memahami yang sudah semestinya. Enggan terungkap. Terlewat. Lagi, sama-sama belajar.